KULONPROGO, iNews.id – Seorang kakek di Kabupaten Kulonprogo Paidi warga Mrunggi, Sendangsari, Pengasih, ditemukan tewas tergantung di pohon jambu tidak jauh dari rumahnya. Diduga korban mengakhiri hidupnya karena frustrasi lantaran sakit stroke yang dialaminya tidak kunjung sembuh. PENAJAM – Di tengah keprihatinan pandemi wabah corona, diwarnai kejadian memilukan. Seorang kakek warga Muan RT 6, Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara , nekat gantung diri di gubuk. Kakek bernama Sirajuddin ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, lehernya terjerat seutas tali, Minggu (3/5) malam. Warga melihat kakek gantung diri langsung melapor ke pihak kepolisian.
Dalam tayangan video yang viral, tampak siswa SMK dengan penuh kehati-hatian bergelayutan untuk menyeberang lewat jembatan. Dia terpaksa mengambil langkah nekat ini lantaran sedang ujian sekolah. Diperoleh informasi, kronologi siswi berinisial FV tewas gantung diri berawal saat korban datang ke sekolah dengan diantar keluarganya. Seorang perempuan muda di Denpasar ditemukan meninggal dunia di dalam rumah kontrakan, pada Kamis 28 Oktober 2021 pukul 18.30 wita.
Awalnya, saat mengecek ke dalam kamar I Made SW, saksi Puspita Dewi tidak menemukan pasien di tempat tidur. Setelah berusaha mengecek ke kamar mandi, Puspita Dewu mendapati pintunya terkunci dari dalam. Puspita Dewi merasa curiga karena setelah dipanggil-panggil, pasien Made SW tidak kunjung menyahut dari dalam kamar mandi.
“Tubuh korban ditemukan ibunya dengan posisi tergantung di kamar. Orang tua korban keluar rumah minta pertolongan tetangga. Kemudian, datang dua warga memberi pertolongan,” kata Ipda Yose Rizaldi. Namun saat polisi menyelidiki kasus dan penemuan jenazah di Sungai Nyoho, Kalurahan Jetis, Kapanewon/Kabupaten Sleman, pelaku Sokimin juga ditemukan tewas dengan cara gantung diri. Dia bontang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali. Korban ditemukan warga dengan kondisi tergantung dalam kamar menggunakan tali dari kain. PANDAAN, Radar Bromo–Warga Lingkungan Kluncing, Kelurahan Petungasri, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan geger, Selasa sore (21/9). Itu setelah warga yang indekos di kawasan setempat ditemukan tewas tergantung.
Hasilnya, tidak ditemukan tanda yang mengarah tindak penganiayaan. Pihak keluarga menerima peristiwa yang terjadi sebagai musibah dan meminta jenazah HS langsung dimakamkan, tanpa harus dilakukan autopsi. “Dari hasil penyelidikan tidak ditemukan bekas atau tanda kekerasan. Korban ditemukan tewas tergantung di kamar rumahnya di Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu.
Dari informasi keluarga, korban nekad mengakhiri hidupnya diduga karena depresi akibat penyakit asma dan tidak pernah berobat di fasilitas kesehatan. Dan setelah berkoordinasi, keluarga menolak dilakukan otopsi terhadap jasad korban,” tandas Ferdy Pelengkahu. BLITAR – Seorang laki-laki berinisial HS warga Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar ditemukan tewas dengan tali plastik menjerat leher.
BERITAbocah berusia 12 tahun di Sleman, Yogyakarta ditemukan tewas bunuh diri di kamarnya mengejutkan publik. Berdasarkan penyelidikan polisi, bocah kelas 6 SD itu meregang nyawa dengan menggantungkan dirinya menggunakan tali. “Korban ditemukan tewas tergantung di dalam kamarnya, saksi yang pertama kali melihat korban yakni kakaknya,” kata Ipda Budi di Kota Oksibil, Sabtu malam. Pemilik usaha salon mobil Zero Audio, Cristian Heru Lukito , ditemukan tewas gantung diri di lantai 3 rumahnya.
Berdasarkan hasil identifikasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dia menjelaskan, korban pertama kali ditemukan tewas tergantung dengan kain warna coklat di kusen pintu belakang kosannya oleh saksi atas nama Fauzi warga setempat. BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com – Seorang pegawai Koperasi BMT NU yang berada di Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro ditemukan meninggal dunia di dalam kantor. Korban diketahui berinisial HPB , Warga Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro. Akmaluddin menyampaikan berdasarkan pemeriksaan sementara dari petugas kepolisian tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan terhadap jasad korban.
Hingga akhirnya korban ditemukan sudah dalam keadaan menggantung. RADARSEMARANG.ID, KUDUS – Seorang sopir di Kudus mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Korban yang diketahui berinisial S warga RT 05 RW 05 Desa Hadipolo, Jekulo, Kudus bekerja sebagai sopir truk. Aiptu Samiyun anggota Mapolsek Donorojo menuturkan peristiwa gantung diri tersebut terjadi sekira pukul 14.30 WIB, Jumat (30/3) sore. “Saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal di atas tali gantungan yang terikat di sebuah pohon bambu,” kata Samiyun. Sampai saat ini belum diketahui pasti, motif korban yang nekat diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Polres Bontang menurunkan 3 orang tim inafis untuk melakukan identifikasi dan olah Tempat Kejadian Perkara . Dari keterangan Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo, SIK.MH melalui Kasat Reskrim Iptu Asriadi, jenazah langsung dibawa ke Puskesmas untuk di visum. SuaraKalbar.id – Penemuan mayat seorang pria dalam posisi tergantung menggegerkan warga Desa Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat .
Jalan Merdeka Selatan yang sebelumnya ditutup sementara, kini telah dibuka kembali. Begitu juga dengan kedua ruas Jalan Merdeka Barat di sekitar Bundaran Patung Kuda, yang kini sudah dibuka. Polisi lalu mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara . Usai menghabisi nyawa korban, pelaku bukannya meneriman uang 200 juta, melainkan Rp 200 ribu. “Namun, kami tetap melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kematian korban,” tegasnya. Tentara Nasional Indonesia menyampai berduka cita atas meninggalnya Handi Harisaputra , dan Salsabila .
Sang suami datang ke TKP karena saat ditelepon 3 jam sebelumnya, korban mengaku menginap di Kamar 529 Hotel Ibis Styles. Korban dr Dayu Tri Wedari ditemukan tewas menggantung dengan leher terjerat selendang yang dikaitkan ke sebelah pintu kamar mandi. Aparat kepolisian dan tim identifikasi menuju ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan pengecekan tubuh jasad. Dari keterangan petugas identifikasi tidak ditemukan tanda tanda kekerasan.
Ditanya apakah korban bunuh diri terkait tugas akhir untuk meraih gelar sarjana, Kasatreskrim membantahnya. “ Kita akan lakukan evaluasi dan koordinasi dengan tim inafis, tetap kita periksa apakah ada kemungkinan penyebab lainnya dari kematian GR. Kalau tidak maka pihak keluarga akan diminta membuat surat penyataan menerima peristiwa ini,” tambahnya. “ Kita turunkan 3 orang tim inafis untuk mengumpulkan fakta – fakta dari kejadian ini. “Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga tidak menghendaki untuk dilakukan autopsi dan menerima kematian korban,” pungkasnya.
Pasang kekasih ini ditabrak di kawasan Nagrek, Jawa Barat, pada Rabu (8/12) lalu dibuang pelaku yang merupakan anggota TNI AD. Hingga kekinian, polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus pegawai kafe gantung diri tersebut. Sementara itu, tetangga korban yang bernama Marlini mengaku sempat bertemu dengan Ms sebelum kejadian.
Puncaknya, arus perlintasan Jalan Seksama harus mengalami kemacetan total. “Korban ditemukan kondisi tergantung dalam kamar dengan menggunakan kain shal ketiang kelambu sebagai tali,” katanya. “Berdasarkan permohonan dari keluarga tersebut kemudian mayat korban di serahkan kepada pihak keluarga untuk di lakukan pemakaman oleh pihak keluarga,” pungkas kapolres. Menurut pengakuan suami korban, karena merasa kasihan dengan korban, ia di bantu anak laki-lakinya membuka tali pengikat di leher dan menurunkan korban serta meletakkanmya di ruangan tengah rumahnya. Kapolsek Ponggok AKP Sony Suhartanto mengatakan pihaknya menerima laporan penemuan mayat pria gantung diri sekitar pukul 13.00 WIB.
Menurut penuturan pihak keluarga, korban diduga stres karena memiliki riwayat sakit perut menahun dan tidak kunjung sembuh. Untuk merekam aksi tersebut, HP korban di sandarkan ke bantal di atas kasurnya. Kemudian, korban melakukan aksinya pas di belakang pintu kamar dengan sehelai kain diduga selendang. Petugas inafis Polresta Palangkaraya yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP dan menurunkan jasad korban dibantu sejumlah relawan dengan memotong tali yang masih mengikat leher korban. Korban ditemukan pertama kali oleh kakak sepupunya sendiri yang akan bertamu ke rumah kos yang selama ini di tempati korban seorang diri.
Hingga Selasa kemarin, belum terkuak apa motif di balik aksi nekat bunuh diri dokter cantik berusia 29 tahun ini. Sebuah sumber menyebutkan aksi ulahpati ini diduga dilatarbelakangi masalah asmara. Namun, belakangan suaminya kembali mengetahui kalau sang istri selingkuh. Sementara Aipda Indra Gunawan saat berada dilokasi kejadian Sabtu malam (17/7) mengakatakan bahwa menurut keluarga Muh.Usdar ditemukan gantung diri diatas rumah pada pukul 20.00 malam.